Transformasi Ruang Guru Jadi Wadah Literasi Lingkungan: Kombel Hopulo Pitu SMPN 17 Kendari Bedah Pengelolaan Sampah
Kendari, 30 Januari 2026– Ruang guru SMP Negeri 17 Kendari mendadak riuh dengan diskusi inspiratif. Komunitas Belajar (Kombel) Hopulo Pitu menggelar sesi berbagi praktik baik terkait pengelolaan sampah lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat sinergi guru untuk mewujudkan sekolah yang bersih dan berkelanjutan.
Acara inti berfokus pada pemaparan Ibu Wa Oi, S.Pd., yang baru saja menyelesaikan pendalaman materi mengenai teknik pengelolaan sampah. Sebagai bentuk tanggung jawab, beliau mengimbaskan ilmu tersebut kepada rekan-rekan guru lainnya di dalam wadah Kombel Hopulo Pitu.
Dalam paparannya, Ibu Wa Oi menekankan pentingnya mengubah pola pikir (mindset) dari "membuang sampah" menjadi "mengelola sampah". Beliau mempraktikkan cara sederhana memilah sampah plastik dan kertas yang kerap menumpuk di area kelas dan kantor.
"Ilmu yang saya dapatkan tidak akan berguna jika berhenti di saya. Melalui Hopulo Pitu, kita ingin seluruh guru memiliki standar yang sama dalam mengedukasi siswa mengenai kebersihan," ujar Wa Oi, S.Pd. di sela-sela presentasinya.
Kepala SMP Negeri 17 Kendari, Bapak Suaidin, S.Pd., M.Pd., hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi terhadap aktivitas komunitas belajar ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa guru adalah ujung tombak perubahan karakter siswa.
"Saya sangat bangga dengan keaktifan Kombel Hopulo Pitu. Apa yang dilakukan Ibu Wa Oi dengan berbagi ilmu kepada rekan sejawat adalah budaya positif yang harus dipertahankan," ungkap Bapak Suaidin, S.Pd., M.Pd. Beliau menambahkan, "Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan fisik, tapi soal kedisiplinan."
- 2 views
Leave a Reply